Sementara

Apapun itu adalah sementara. Kesenangan adalah sementara. Kesedihan adalah sementara. Jadi, kalau sedang merasa hidup ini indah itulah saat dimana kamu harus bersyukur, dan jika roda sedang berputar ke bawah ingat bahwa kamu pasti dapat melawatinya. Ya, hidup memang aneh, terkadang hal-hal yang tidak terduga dapat terjadi begitu saja.

Yang perlu diingat bahwa hidup ini adalah perjalanan, bukan tujuan. Akan selalu ada pelajaran dalam setiap perjalanan. Mengakui kesalahan dan kesulitan adalah salah satu kunci dalam mengapresiasi perjalanan ini. Sama pentingnya dengan bersyukur atas kebaikan yang telah terjadi.

Karena kita tahu bahwa semua ini sementara, selalu lakukan yang terbaik untuk semua hal ya!

Persepsi

Bagaimana kamu menginterpretasi dan memahami dunia ini sangat berpengaruh terhadap apapun kegiatan yang kamu lalui sepanjang hidup, termasuk kepercayaan. Yang menyebabkan terciptanya rasa ketakutan hingga rasa penasaran.

Mana yang kamu pilih: memiliki pandangan sempit atau luas? Memiliki ketenangan hati dari ilmu yang dangkal atau rasa haus akan keingintahuan?

Apa yang kamu lihat, apa yang kamu tahu, apa yang kamu pelajari selama hidup itulah yang akan membentuk persepsi. Alam bawah sadar pun demikian. Membuat rasa penasaran itu semakin menjadi. Belajar dan menemukan hal baru adalah fitrah manusia, tetapi tetap saja, semakin sulit untuk memahami sesuatu yang tidak kamu pahami.

Jadi, mau mulai dari mana? tanyakan pada diri sendiri: apa yang saya tidak tahu ya? Apa sih yang mau saya pelajari lebih lanjut/dalam?

Takut

Sering ga sih kamu ketakutan? Jangan sedih, saya yakin semua orang pernah merasakan ketakutan. Takut itu sebuah pertanda baik. Takut itu bagus, bisa digunakan sebagai indikator hidup atas apa yang harus kamu lakukan kedepannya.

Takut dengan masa depan, takut melangkah, takut mengambil keputusan. Itu adalah beberapa contoh bahwa kamu berpikir. Memikirkan jalan mana yang ingin kamu tempuh, konsekuensi-konsekuensi apa yang kemungkinan akan terjadi apabila kamu mengambil langkah tersebut.

Jadi apabila kamu merasa ketakutan, segeralah berpikir, apasih yang kamu takutkan?

Kalau memang sudah merasa siap, kenapa harus takut?

Kereta

Pada masa-masa transisi remaja menjadi dewasa adalah masa yang cukup sulit untuk dilalui. Merasa takut dalam menghadapi tantangan hidup yang semakin besar membuat kamu ragu untuk menjalaninya.

Kalau memang hidup diibaratkan oleh perjalan kereta, rasanya sangat ingin minta Pak Masinis untuk menghentikan kereta hanya untuk kembali ‘ke rumah’ dan menjadi anak kecil seperti dulu kala, karena hidup ini berlalu begitu cepat dan saya tidak sepenuhnya menghargainya.

Hingga suatu waktu seorang tua menghampiri saya dan mempertanyakan kegusaran yang terlihat pada mimik muka, kemudian dia berkata “Begitu kamu menginjak usia 68 tahun, kamu akan menegosiasikan ulang atas permintaan menghentikan kereta barusan.” Disitu pun saya sadar faktanya kita tidak hidup selamanya, dan kita harus melakukan yang terbaik atas segalanya disisa waktu tersebut.

Jangan menyesali apapun yang telah kamu perbuat. Hargailah hidup begini adanya daripada mengharapkan sesuatu yang berbeda kan datang. Melewati berbagai pengalaman menyenangkan tanpa teman, pasangan dan keluarga mungkin dapat membuat kamu gundah. Faktanya, menerima akan datangnya kematian membawa makna baru bagi kehidupan karena kamu akan menghargai waktu yang kamu miliki, lebih banyak lagi.

P.S. catatan ini terinspirasi oleh lagu favorit saya: Stop This Train oleh John Mayer.

Lari

Iri terhadap pencapaian seseorang adalah hal yang lumrah kita lakukan. Apalagi kalau kamu tidak/belum mencapai titik tersebut. Tetapi, selalu ingat bahwa kita diciptakan sebagai pribadi unik dan berbeda satu sama lain, termasuk garis waktu. Kamu tidak akan pernah tau apa yang telah teman kamu korbankan dalam mencapai tujuan mereka.

Mari kita buat perumpamaan, hidup adalah sebuah lomba lari. Kita memulai perlombaan diwaktu yang bersamaan, tapi pada saat putaran pertama usai, mulailah terlihat siapa yang berada diurutan nomor satu, dua dan seterusnya. Apasih yang membuat mereka berada di posisi pertama dan kedua? Banyak faktornya: memiliki kecepatan lari yang diatas rata-rata peserta lomba, pintar mengatur nafas dan yang paling penting gigih dalam mengikuti lomba tersebut. Jika kamu ingin berada diposisi satu setidaknya harus menyeimbangkan kecepatan mu dengan si nomor satu bukan?

Coba ingat-ingat kalau kalian sering lari di track lari, seberapa banyak orang yang menyusul kalian? Sungguh, sadar tidak sadar, semua hal kecil yang kamu lakukan itu lebih kurang dapat merepresentasikan kehidupan kamu dalam skala besar.

Jadi, mau berada diposisi manakah kalian dalam lomba lari kehidupan ini?